Area : 78.000 m2
Kategori : Ruang publik
Tanggal penunjukan : 2021
Lokasi : Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Lebih dari sekadar taman, tempat ini hadir sebagai “charging station” alami—di mana tubuh dan pikiran dapat beristirahat sejenak dari ritme kehidupan urban.
Ruang terbuka hijau memainkan peran vital dalam kehidupan perkotaan—tak hanya secara ekologis sebagai paru-paru kota dan penjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga sebagai ruang rekreasi, refleksi, dan interaksi sosial bagi masyarakat. Di Jl. Ahmad Yani, Kota Kediri, Taman Tirtayasa hadir sebagai salah satu oase hijau dengan berbagai fasilitas publik: mulai dari kolam renang, area jogging, hingga driving range golf.
Pada masa pandemi, ketika akses terhadap ruang publik menjadi terbatas, muncul momentum untuk melakukan refleksi terhadap peran dan kondisi taman ini. Pengelola Taman Tirtayasa pun melakukan serangkaian evaluasi dan akhirnya mengajukan program revitalisasi untuk menyegarkan kembali fungsi dan wajah taman. Dalam proses ini, ETAN Studio dipercaya sebagai salah satu mitra desain untuk membantu merumuskan arah baru Taman Tirtayasa.
Hasil diskusi dengan pengelola mengarah pada pendekatan yang menghargai keberadaan unsur alam yang sudah ada—mempertahankan pepohonan dan vegetasi lama. Selain itu, penataan jalur sirkulasi yang lebih terstruktur dan terintegrasi, penyediaan fasilitas baru yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekitar, serta transformasi kolam renang menjadi fungsi yang lebih relevan, menjadi fokus utama. Salah satu elemen unik taman ini adalah keberadaan danau kecil yang terus dialiri mata air alami—sebuah potensi ekologis dan visual yang ingin tetap dipertahankan.
Berdasarkan hal-hal di atas, secara prinsip, taman ini dikembangkan menjadi tiga zona utama: zona depan, tengah, dan belakang. Zona depan menjadi area paling aktif, dengan fasilitas olahraga, rekreasi, galeri, serta area komersial seperti tenant F&B. Zona tengah dirancang sebagai ruang serbaguna yang fleksibel untuk berbagai kegiatan komunitas, seperti pernikahan, konser, bazar, atau pertandingan sepak bola internal. Sementara itu, zona belakang diperuntukkan bagi aktivitas yang lebih tenang, seperti driving range golf dan taman bunga. Ketiga zona ini dihubungkan oleh jalur jogging yang melingkari area taman dan menyatu dengan lanskap. Area parkir yang memadai juga tersedia di dalam taman untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
Revitalisasi Taman Tirtayasa merupakan langkah kecil namun bermakna untuk menghidupkan kembali ruang kota yang sehat, inklusif, dan menyegarkan. Karena sesungguhnya, ruang publik yang baik tidak hanya berbicara tentang estetika, tapi tentang bagaimana ia mampu merespons kebutuhan manusia yang terus berubah.
Keywords: Architecture, Landscape Design, Public Space Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya















