Area : 500 m²

Category : Residential

Appointment date : 2023

Location : Kab. Tangerang, Indonesia

 

From One Corner Onward.

The project began as a modest renovation: the homeowners wished to add height and volume to a corner of their backyard to create a small pavilion for domestic staff. However, as discussions unfolded, the scope gradually expanded. The owners decided to revisit several parts of their home, including two bedrooms, the living and dining areas, and the front section of the house.

We approached the redesign by considering their daily habits—identifying what could be retained, what needed expansion, and where adjustments would bring more clarity and comfort. The goal was to introduce a calm, simple design while reducing visual and spatial clutter throughout the home.

As lifestyles and routines shifted, the former front room—once used to receive guests—was transformed into a music room, enhanced with shelving, a shoe cabinet, and mirrors on the opposite wall. A timber partition subtly separates this space from the living room, allowing light and air to pass through. A blank wall is left open for future use—whether for a TV, artwork, or simply to let the space breathe.

To accommodate a growing family, the dining area was expanded for a 10-person table, with integrated wall cabinetry for added storage.

On the ground floor, the first bedroom features a soft, neutral ambiance. It includes a two-person desk, a compact walk-in closet with a dressing table, and a bay window that brings in daylight while creating a quiet reading nook. This room serves as a flexible space—either for the children when visiting, or as a guest room for their parents.

The second bedroom upstairs is larger but retains a similar soft tone. As an ensuite room, it also includes a desk with ample compartments. The layout is divided into two zones: one for rest, the other for flexible use—allowing the room to evolve with future needs.

Lastly, the previously unused backyard was converted into a dry, covered space with a clear glass roof. It now serves multiple functions—light gardening, home workouts, or casual gatherings—designed to support indoor comfort while maintaining a connection to the outdoors.

Though the project began with a single corner, it gradually unfolded into a broader response to a family’s changing needs—offering a reshaping of space that values flexibility and comfort over time.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 500 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : 2023

Lokasi : Kab. Tangerang, Indonesia

 

Dimulai dari satu sudut, lalu berlanjut (From One Corner Onward).

Proyek ini bermula dari renovasi kecil-kecilan: pemilik rumah ingin menambah volume dan ketinggian pada salah satu sudut halaman belakang untuk membangun paviliun kecil bagi asisten rumah tangga. Namun, seiring berkembangnya diskusi, cakupan proyek pun meluas. Pemilik rumah memutuskan untuk meninjau ulang beberapa bagian rumah mereka, termasuk dua kamar tidur, ruang keluarga dan ruang makan, serta ruang tamu.

Kami melakukan pendekatan desain dengan mempertimbangkan kebiasaan harian mereka—mengidentifikasi elemen yang bisa dipertahankan, bagian yang perlu diperluas, dan area yang membutuhkan penyesuaian demi memberikan kejelasan tata ruang dan kenyamanan lebih. Tujuan utamanya adalah menghadirkan desain yang tenang dan sederhana, sekaligus merapikan elemen visual dan spasial rumah ini.

Seiring perubahan gaya hidup dan rutinitas, ruang depan yang sebelumnya digunakan untuk menerima tamu diubah menjadi ruang musik yang dilengkapi dengan rak, kabinet sepatu, dan cermin di dinding seberangnya. Sebuah partisi kayu membatasi ruang ini dari ruang keluarga, namun tetap memungkinkan cahaya dan udara mengalir dengan leluasa. Terdapat pula sebuah dinding kosong sebagai pilihan terbuka untuk penggunaan di masa mendatang—baik untuk televisi, karya seni, atau sekadar memberi ruang untuk bernapas.

Untuk mengakomodasi keluarga yang telah bertumbuh, area makan diperluas agar bisa memuat meja makan untuk sepuluh orang, lengkap dengan kabinet dinding untuk penyimpanan tambahan.

Di lantai dasar, kamar tidur pertama memiliki suasana lembut dan netral. Ruangan ini dilengkapi meja kerja untuk dua orang, walk-in closet kecil dengan meja rias, serta jendela yang menjorok ke luar (bay window) untuk memungkinkan cahaya alami masuk dan menciptakan sudut baca yang tenang. Kamar ini dirancang fleksibel—dapat digunakan oleh anak-anak saat berkunjung, atau sebagai kamar untuk orang tua.

Kamar tidur kedua di lantai atas berukuran lebih besar, namun tetap mempertahankan nuansa lembut yang serupa. Sebagai kamar dengan kamar mandi dalam, ruang ini juga dilengkapi meja kerja dengan banyak kabinet penyimpanan. Tata ruangnya dibagi menjadi dua zona: zona untuk beristirahat dan zona fleksibel—yang memungkinkan ruang ini terus beradaptasi dengan kebutuhan di masa depan.

Terakhir, area belakang rumah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diubah menjadi ruang kering beratap kaca. Kini, ruang ini memiliki berbagai fungsi—mulai dari tempat berkebun ringan, berolahraga, hingga menjadi tempat bersantai. Area ini dirancang untuk mendukung kenyamanan di dalam ruang, sambil tetap menjaga hubungan dengan luar ruangan.

Meski dimulai dari satu sudut kecil, proyek ini berkembang menjadi sebuah respons desain terhadap kebutuhan keluarga yang terus berubah—menawarkan pembentukan ulang ruang yang menekankan fleksibilitas dan kenyamanan dari waktu ke waktu.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 1,000 m²

Category : Residential

Appointment date : 2023

Location : East Java, Indonesia

 

The house quietly bridges memory and modern life, honoring the past while embracing the present.

A family with a profound appreciation for wood carving, antiques, and artistic pieces sought our services for the renovation of a single-story house located in East Java, Indonesia. Guided by their nostalgia for bygone eras, this sentiment has become the foundational principle driving the design of the newly renovated mansion, which faithfully preserves the key materials and products left by their ancestors.

Facing west, the elongated terrace with its wooden ceiling is illuminated by the afternoon sun. It serves not only as a relaxation space but also as a welcoming area for guests, positioned on both the left and right sides of the entrance. The design preserves existing features such as the marble columns and window grid.

A new space, known as the glass room, has emerged between the main house and the service building in response to the need for a versatile area that is neither entirely public nor entirely private. This multipurpose space can accommodate sudden office meetings, discussions, or even the reception of specific guests without disrupting the privacy of the occupants in the main house.

The bedroom, their most private space, narrates tales of time through its ceiling ornamentation, the selection of wood, and the array of products juxtaposed against the newly designed space and corridor. This deliberate interplay of old and new serves to portray the passage of time.

Again, the house quietly bridges memory and modern life, honoring the past while embracing the present.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 1,000 m²

Kategori : Residential

Tanggal penunjukan : 2023

Lokasi : East Java, Indonesia

 

Rumah ini dengan tenang menjembatani kenangan dan kehidupan modern, menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa kini.

Sebuah keluarga dengan apresiasi mendalam terhadap ukiran kayu, barang antik, dan karya seni mempercayakan renovasi rumah satu lantai mereka yang terletak di Jawa Timur, Indonesia, kepada kami. Dipandu oleh nostalgia akan masa lampau, sentimen ini menjadi prinsip dasar dalam proses merancang renovasi rumah tersebut agar material dan perabot peninggalan yang esensial dari para leluhur mereka dapat dipertahankan.

Menghadap ke barat, teras memanjang dengan langit-langit kayu ini diterangi sinar matahari sore. Ruang ini tak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai area penerima tamu di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Desainnya mempertahankan elemen-elemen asli seperti kolom marmer dan motif rangka jendela.

Terdapat ruangan baru yang dirancang di antara rumah utama dan bangunan servis, yang kami sebut dengan ruang kaca. Ruangan ini merupakan jawaban atas kebutuhan penghuni akan area serbaguna yang tidak sepenuhnya publik maupun privat. Ruang multifungsi ini dapat digunakan untuk rapat kantor mendadak, diskusi, atau menerima tamu tertentu tanpa mengganggu privasi penghuni rumah utama.

Kamar tidur, sebagai ruang yang paling privat, merekam jejak waktu melalui ornamen langit-langitnya, pilihan material kayu, serta deretan objek yang ditempatkan dalam tata ruang hasil rancangan baru. Perpaduan yang disengaja antara elemen lama dan baru ini mencerminkan perjalanan waktu yang terus bergulir.

Sekali lagi, rumah ini dengan tenang menjembatani kenangan dan kehidupan modern, menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa kini.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya