Area : 84 m²

Kategori : Fasilitas publik

Tanggal penunjukan : Februari 2024

Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

 

Sebuah vihara yang terletak di antara hijaunya pepohonan hutan mengajak kami untuk mengeksplorasi kemungkinan relokasi fasilitas toilet lama. Bangunan tersebut awalnya dibangun sebagai struktur sementara bagi para pekerja konstruksi saat pembangunan vihara, dan terletak dekat dengan area suci—sebuah penempatan yang sejak awal memang tidak dimaksudkan sebagai solusi permanen. Kini, fasilitas tersebut digunakan oleh para tukang kebun yang merawat lanskap di sekitarnya.

Setelah melalui serangkaian diskusi, disepakatilah lokasi baru yang berada di area pepohonan yang lebih rimbun, agar bangunannya tersembunyi dan menyatu dengan alam.

Fasilitas baru ini dibatasi oleh pagar rendah dari bebatuan dan memiliki denah terbuka. Selain toilet, bangunan ini juga mencakup ruang penyimpanan alat berkebun serta area khusus untuk tungku roket. Beberapa bagiannya menggunakan roster untuk memungkinkan sirkulasi udara, sementara bagian lain menggunakan dinding batu yang memberi kesan alami dan kokoh.

Rancangan ini juga menghadirkan ruang beristirahat—tempat para tukang kebun dapat berhenti sejenak dan mengisi tenaga di tengah hari kerja mereka.

Meski berskala kecil, proyek ini merefleksikan kepekaan terhadap fungsi, konteks, dan hubungan dengan mereka yang merawat tanah ini.

 

 

Keywords: Architecture, Public Space Design, Public Facility Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 78.000 m2

Kategori : Ruang publik

Tanggal penunjukan : 2021

Lokasi : Kediri, Jawa Timur, Indonesia

 

Lebih dari sekadar taman, tempat ini hadir sebagaicharging stationalami—di mana tubuh dan pikiran dapat beristirahat sejenak dari ritme kehidupan urban.

Ruang terbuka hijau memainkan peran vital dalam kehidupan perkotaan—tak hanya secara ekologis sebagai paru-paru kota dan penjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga sebagai ruang rekreasi, refleksi, dan interaksi sosial bagi masyarakat. Di Jl. Ahmad Yani, Kota Kediri, Taman Tirtayasa hadir sebagai salah satu oase hijau dengan berbagai fasilitas publik: mulai dari kolam renang, area jogging, hingga driving range golf.

Pada masa pandemi, ketika akses terhadap ruang publik menjadi terbatas, muncul momentum untuk melakukan refleksi terhadap peran dan kondisi taman ini. Pengelola Taman Tirtayasa pun melakukan serangkaian evaluasi dan akhirnya mengajukan program revitalisasi untuk menyegarkan kembali fungsi dan wajah taman. Dalam proses ini, ETAN Studio dipercaya sebagai salah satu mitra desain untuk membantu merumuskan arah baru Taman Tirtayasa.

Hasil diskusi dengan pengelola mengarah pada pendekatan yang menghargai keberadaan unsur alam yang sudah ada—mempertahankan pepohonan dan vegetasi lama. Selain itu, penataan jalur sirkulasi yang lebih terstruktur dan terintegrasi, penyediaan fasilitas baru yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekitar, serta transformasi kolam renang menjadi fungsi yang lebih relevan, menjadi fokus utama. Salah satu elemen unik taman ini adalah keberadaan danau kecil yang terus dialiri mata air alami—sebuah potensi ekologis dan visual yang ingin tetap dipertahankan.

Berdasarkan hal-hal di atas, secara prinsip, taman ini dikembangkan menjadi tiga zona utama: zona depan, tengah, dan belakang. Zona depan menjadi area paling aktif, dengan fasilitas olahraga, rekreasi, galeri, serta area komersial seperti tenant F&B. Zona tengah dirancang sebagai ruang serbaguna yang fleksibel untuk berbagai kegiatan komunitas, seperti pernikahan, konser, bazar, atau pertandingan sepak bola internal. Sementara itu, zona belakang diperuntukkan bagi aktivitas yang lebih tenang, seperti driving range golf dan taman bunga. Ketiga zona ini dihubungkan oleh jalur jogging yang melingkari area taman dan menyatu dengan lanskap. Area parkir yang memadai juga tersedia di dalam taman untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

Revitalisasi Taman Tirtayasa merupakan langkah kecil namun bermakna untuk menghidupkan kembali ruang kota yang sehat, inklusif, dan menyegarkan. Karena sesungguhnya, ruang publik yang baik tidak hanya berbicara tentang estetika, tapi tentang bagaimana ia mampu merespons kebutuhan manusia yang terus berubah.

 

 

Keywords: Architecture, Landscape Design, Public Space Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya