Area : 50 m²

Category : Commercial space

Appointment date : 2022

Location : Malang, Indonesia

 

Transforming from residential to commercial space, the formerly residential area is now undergoing repurposing into a coworking environment. Each bedroom is meticulously reimagined to serve as individual spaces for companies renting them. The decision to retain the existing doors, windows, and ceiling profiles resonates with the nostalgia of the heritage, preserving elements of its historical character.

The foyer reconfigured into a lobby area serving as a waiting room. Modular boxes, in their simplest manifestation, have been incorporated to function as either stools or tables, depending on your requirements and the manner in which they are arranged.

Each room will be equipped with essential amenities, including an air conditioner, a whiteboard, projector, tables, chairs, and cabinets to facilitate the efficient organization of working files. This ensures a well-equipped and functional workspace for the companies occupying these transformed rooms.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 50 m²

Kategori : Ruang Komersial

Tanggal penunjukan : 2022

Lokasi : Malang, Indonesia

 

Beralih fungsi dari hunian menjadi ruang komersial, area yang sebelumnya merupakan rumah tinggal kini berfungsi menjadi wadah coworking. Setiap kamar tidur ditata ulang untuk difungsikan sebagai ruang mandiri bagi perusahaan-perusahaan yang menyewanya. Keputusan untuk mempertahankan pintu, jendela, dan profil langit-langit yang sudah ada menjadi bentuk penghargaan terhadap peninggalan masa lalu, menjaga elemen-elemen karakter historisnya.

Foyernya dirombak menjadi area lobi yang berfungsi sebagai ruang tunggu. Kotak modular dalam bentuk paling sederhana dihadirkan sebagai bangku maupun meja, tergantung kebutuhan dan cara penataannya.

Setiap ruang akan dilengkapi dengan fasilitas mendasar seperti AC, papan tulis putih, proyektor, meja, kursi, dan lemari penyimpanan untuk mendukung pengorganisasian dokumen kerja secara efisien. Hal ini memastikan setiap ruangan yang telah dialihfungsikan ini dapat menjadi ruang kerja yang fungsional dan siap digunakan oleh para penyewa.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 50 m²

Category : Residential

Appointment date : 2021

Location : East Java, Indonesia

 

Not the dining room, not the living room—this is about the room that connects the family on a much deeper level.

One morning in 2021, a family approached us to help repurpose a room in their house. After hearing the brief and discussing it with them, we agreed to collaborate on reshaping the space.

The main focus was to preserve as many memories as possible—from tiles to ceiling, from materials to colors. The furniture was no exception. All the old pieces that held special meaning for the family were kept in the front area, in their original form and color, while most of the new design took place at the rear in shades of green.

To honor the work of their late carpenter—from the wooden marble desk and white wardrobes to the cabinet—everything was preserved as it was, and only refurbished when necessary.

Divided into front and rear areas—separated and connected by a sliding partition door—this is the room where the family spends most of their time. The rear serves as a bedroom / TV room, while the front functions as a workspace / study room / meeting space / gathering spot / reading area, and occasionally, a dining room.

Once their children’s study room, today it’s where the parents work—and where the children gather when they come home.

 

 

Keywords: Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 50 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : 2021

Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

 

Bukan ruang makan, bukan pula ruang keluarga—ini adalah tentang sebuah ruangan yang mempererat ikatan keluarga mereka di tingkat yang lebih dalam.

Suatu pagi di tahun 2021, sebuah keluarga datang kepada kami dengan keinginan untuk mengalihfungsikan salah satu ruangan di rumah mereka. Setelah mendengarkan cerita mereka dan berdiskusi bersama, kami sepakat untuk berkolaborasi menata ulang ruang tersebut.

Fokus utama dari proyek ini adalah menjaga sebanyak mungkin kenangan—mulai dari ubin hingga langit-langit, dari material hingga warna. Perabotan pun tak luput dari perhatian. Seluruh furnitur lama yang memiliki nilai sentimental bagi keluarga tetap dipertahankan dan ditempatkan di bagian depan ruangan, dalam bentuk dan warna aslinya. Sementara itu, sebagian besar desain baru difokuskan di area belakang dengan nuansa hijau.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap karya tukang kayu mereka yang telah tiada—dari meja marmer-kayu, lemari putih, hingga kabinet—semuanya dipertahankan seperti semula, dan hanya diperbaiki seperlunya.

Ruangan ini terbagi menjadi dua area: depan dan belakang, dipisahkan namun tetap terhubung melalui partisi pintu geser. Di sinilah keluarga ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Area belakang difungsikan sebagai kamar istirahat / ruang menonton, sementara area depan menjadi ruang kerja / ruang belajar / ruang rapat / tempat berkumpul / area membaca—dan sesekali, ruang makan.

Ruangan yang dulunya merupakan tempat anak-anak belajar ini, kini menjadi ruang kerja orang tua—dan tempat anak-anak kembali berkumpul saat pulang ke rumah.

 

 

Keywords: Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 1,000 m²

Category : Residential

Appointment date : 2023

Location : East Java, Indonesia

 

The house quietly bridges memory and modern life, honoring the past while embracing the present.

A family with a profound appreciation for wood carving, antiques, and artistic pieces sought our services for the renovation of a single-story house located in East Java, Indonesia. Guided by their nostalgia for bygone eras, this sentiment has become the foundational principle driving the design of the newly renovated mansion, which faithfully preserves the key materials and products left by their ancestors.

Facing west, the elongated terrace with its wooden ceiling is illuminated by the afternoon sun. It serves not only as a relaxation space but also as a welcoming area for guests, positioned on both the left and right sides of the entrance. The design preserves existing features such as the marble columns and window grid.

A new space, known as the glass room, has emerged between the main house and the service building in response to the need for a versatile area that is neither entirely public nor entirely private. This multipurpose space can accommodate sudden office meetings, discussions, or even the reception of specific guests without disrupting the privacy of the occupants in the main house.

The bedroom, their most private space, narrates tales of time through its ceiling ornamentation, the selection of wood, and the array of products juxtaposed against the newly designed space and corridor. This deliberate interplay of old and new serves to portray the passage of time.

Again, the house quietly bridges memory and modern life, honoring the past while embracing the present.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 1,000 m²

Kategori : Residential

Tanggal penunjukan : 2023

Lokasi : East Java, Indonesia

 

Rumah ini dengan tenang menjembatani kenangan dan kehidupan modern, menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa kini.

Sebuah keluarga dengan apresiasi mendalam terhadap ukiran kayu, barang antik, dan karya seni mempercayakan renovasi rumah satu lantai mereka yang terletak di Jawa Timur, Indonesia, kepada kami. Dipandu oleh nostalgia akan masa lampau, sentimen ini menjadi prinsip dasar dalam proses merancang renovasi rumah tersebut agar material dan perabot peninggalan yang esensial dari para leluhur mereka dapat dipertahankan.

Menghadap ke barat, teras memanjang dengan langit-langit kayu ini diterangi sinar matahari sore. Ruang ini tak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai area penerima tamu di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Desainnya mempertahankan elemen-elemen asli seperti kolom marmer dan motif rangka jendela.

Terdapat ruangan baru yang dirancang di antara rumah utama dan bangunan servis, yang kami sebut dengan ruang kaca. Ruangan ini merupakan jawaban atas kebutuhan penghuni akan area serbaguna yang tidak sepenuhnya publik maupun privat. Ruang multifungsi ini dapat digunakan untuk rapat kantor mendadak, diskusi, atau menerima tamu tertentu tanpa mengganggu privasi penghuni rumah utama.

Kamar tidur, sebagai ruang yang paling privat, merekam jejak waktu melalui ornamen langit-langitnya, pilihan material kayu, serta deretan objek yang ditempatkan dalam tata ruang hasil rancangan baru. Perpaduan yang disengaja antara elemen lama dan baru ini mencerminkan perjalanan waktu yang terus bergulir.

Sekali lagi, rumah ini dengan tenang menjembatani kenangan dan kehidupan modern, menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa kini.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 44 m²

Category : Residential

Appointment date : January 2024

Location : Jakarta, Indonesia

 

Located in Jakarta, this home enjoys a rare privilege—a serene river view right from the backyard. To make the most of this scenic advantage, we collaborated with the homeowners to transform the rear of the house into a versatile activity room for the whole family.

This back room on the first floor opens directly onto the river-facing yard. Designed with large openings to welcome in natural light, it serves as a multifunctional space where everyone can enjoy the view. A ceiling fan helps keep the room comfortable and breezy, even when the air conditioner is off.

To complement the lush surroundings outside, the interior adopts a neutral, minimal palette—both in color and material—creating a peaceful atmosphere within. It’s a space where parents can work from home or unwind after a long day, while children play, study, or practice the piano, all to the gentle backdrop of the river.

By framing the river view and allowing flexible use, the space becomes both a design response and a lived experience.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 44 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : Januari 2024

Lokasi : Jakarta, Indonesia

 

Berlokasi di Jakarta, rumah ini memiliki keistimewaan yang jarang ditemukan—pemandangan sungai yang tenang tepat di halaman belakangnya. Untuk memaksimalkan keunggulan ini, kami berkolaborasi dengan pemilik rumah untuk mengubah bagian belakang menjadi ruang aktivitas serbaguna bagi seluruh keluarga.

Langsung terhubung dengan halaman yang menghadap ke sungai, ruang aktivitas ini dirancang dengan bukaan lebar agar cahaya alami dapat masuk leluasa. Ruangan ini menjadi tempat multifungsi di mana seluruh anggota keluarga bisa menikmati pemandangan. Sebuah kipas langit-langit dipasang untuk membantu menjaga sirkulasi udara tetap sejuk dan nyaman, bahkan tanpa pendingin ruangan.

Untuk menyelaraskan dengan hijaunya suasana luar, interior ruang ini mengusung palet warna dan material yang netral dan minimalis—menciptakan atmosfer tenang di dalam rumah. Di sinilah orang tua bisa bekerja dari rumah atau bersantai setelah hari yang panjang, sementara anak-anak bermain, belajar, atau berlatih piano, ditemani suara samar-samar aliran sungai.

Dengan membingkai pemandangan dan menghadirkan fleksibilitas dalam penggunaan, ruang ini menjadi respons desain yang nyata—menyatu dengan ritme keseharian penghuninya.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya