Area : 135 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : Agustus 2022

Lokasi : Jakarta, Indonesia

 

Di tengah hiruk-pikuk dan kebisingan di luar, suasana tenang di rumah menjadi kebutuhan mendasar untuk menarik diri sejenak.

Berlokasi hanya beberapa menit berkendara dari tempat kerja mereka, apartemen yang dilengkapi dengan fasilitas seperti gym, kolam renang, dan perpustakaan ini berada dalam lingkungan pusat perbelanjaan dan supermarket terdekat dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Unit ini ditawarkan dengan harga diskon saat masa pandemi. Alasan awal mereka membeli unit ini adalah karena 便宜行事, 恰合時宜 (biàn yí xíng shì, qià hé shí yí). Sederhananya, saat itu mereka bertindak sesuai keadaan demi kemudahan. Mereka memang sedang berencana untuk pindah ke dekat tempat kerja, dan unit ini terasa tepat dengan keadaan saat itu. “Itu merupakan keberuntungan,” kata mereka.

Arahan desainnya jelas: pertahankan tata letak ruangan eksisting, ciptakan banyak ruang penyimpanan, dan buat suasananya hangat namun tetap mudah perawatannya.

Untuk membuat ruang yang terbatas ini terasa lebih lega dan nyaman untuk aktivitas kehidupan sehari-hari, dipilihlah tata ruang terbuka yang menggabungkan area tinggal, area makan, dan dapur. Area utama ini dipisahkan dari foyer dengan partisi yang motifnya dirancang khusus agar sesuai dengan konsep keseluruhan unit untuk menciptakan transisi yang lembut dari area publik ke privat.

Dalam mengekspresikan keyakinan mereka bahwa keberuntungan memperlancar jalan hidup mereka, sudut-sudut desain perabot pada apartemen ini secara halus mengintegrasikan lengkungan-lengkungan lembut yang mana juga berperan sebagai “penghalus” jalur sirkulasi di dalam rumah. Sentuhan kecil inilah yang menjadi pengingat bagi keluarga ini tentang bagaimana rumah ini hadir secara kebetulan dalam hidup mereka.

Apartemen ini, meskipun lahir dari keberuntungan, kini telah dibentuk dengan niat dan tujuan menjadi sebuah ruang yang menaungi ketenangan, menyimpan makna, dan dalam diam menggemakan kisah awalnya.

 

 

Keywords: Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 1,000 m²

Category : Residential

Appointment date : November 2022

Location : Surabaya, Indonesia

 

Sebuah rumah sudah seharusnya menjadi tempat pemulihan diri setelah seharian beraktivitas di luar. Karena itulah setiap rumah memiliki keunikannya masing-masing yang mana dirancang untuk mencerminkan kebutuhan dan karakter penghuninya.

Terletak di kawasan perumahan di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, berdirilah sebuah hunian keluarga yang dirancang untuk menumbuhkan kebersamaan dan konektivitas lintas generasi. Rumah tiga lantai ini dibangun dengan komitmen untuk menjaga ikatan keluarga sekaligus sebagai fasilitas untuk meneruskan secara langsung budaya keluarga yang telah terbentuk sejak lama.

Lantai dasar menjadi ruang bagi para sesepuh tercinta—kakek dan nenek—dengan area yang mudah diakses serta fasilitas seperti kolam renang dan ruang gym kecil untuk menjaga kesehatan mereka. Naik ke lantai dua, kita akan menemukan area yang dirancang untuk mendukung kegiatan generasi kedua—para orang tua—dengan kenyamanan modern yang selaras dengan kehangatan keluarga. Terakhir, lantai tiga menghadirkan ruang yang penuh energi untuk anggota keluarga termuda—anak-anak—dengan suasana dinamis, penuh aktivitas serta fasilitas hiburan yang mendukung perkembangan mereka.

Melalui stratifikasi arsitektural yang disengaja ini, privasi setiap generasi dapat tetap terjaga, sementara keterikatan antar anggota keluarga pun dapat terus diperkuat, menjamin kelestarian kisah dan kenangan bersama yang berharga.

Tenggelam dalam atmosfer monokromatik, hunian ini menciptakan suasana tenang dan bebas distraksi yang dengan sengaja dirancang untuk menyediakan kanvas kosong bagi para penghuni agar dapat melukis warna kehidupan sehari-hari mereka.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 500 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : 2023

Lokasi : Kab. Tangerang, Indonesia

 

Dimulai dari satu sudut, lalu berlanjut (From One Corner Onward).

Proyek ini bermula dari renovasi kecil-kecilan: pemilik rumah ingin menambah volume dan ketinggian pada salah satu sudut halaman belakang untuk membangun paviliun kecil bagi asisten rumah tangga. Namun, seiring berkembangnya diskusi, cakupan proyek pun meluas. Pemilik rumah memutuskan untuk meninjau ulang beberapa bagian rumah mereka, termasuk dua kamar tidur, ruang keluarga dan ruang makan, serta ruang tamu.

Kami melakukan pendekatan desain dengan mempertimbangkan kebiasaan harian mereka—mengidentifikasi elemen yang bisa dipertahankan, bagian yang perlu diperluas, dan area yang membutuhkan penyesuaian demi memberikan kejelasan tata ruang dan kenyamanan lebih. Tujuan utamanya adalah menghadirkan desain yang tenang dan sederhana, sekaligus merapikan elemen visual dan spasial rumah ini.

Seiring perubahan gaya hidup dan rutinitas, ruang depan yang sebelumnya digunakan untuk menerima tamu diubah menjadi ruang musik yang dilengkapi dengan rak, kabinet sepatu, dan cermin di dinding seberangnya. Sebuah partisi kayu membatasi ruang ini dari ruang keluarga, namun tetap memungkinkan cahaya dan udara mengalir dengan leluasa. Terdapat pula sebuah dinding kosong sebagai pilihan terbuka untuk penggunaan di masa mendatang—baik untuk televisi, karya seni, atau sekadar memberi ruang untuk bernapas.

Untuk mengakomodasi keluarga yang telah bertumbuh, area makan diperluas agar bisa memuat meja makan untuk sepuluh orang, lengkap dengan kabinet dinding untuk penyimpanan tambahan.

Di lantai dasar, kamar tidur pertama memiliki suasana lembut dan netral. Ruangan ini dilengkapi meja kerja untuk dua orang, walk-in closet kecil dengan meja rias, serta jendela yang menjorok ke luar (bay window) untuk memungkinkan cahaya alami masuk dan menciptakan sudut baca yang tenang. Kamar ini dirancang fleksibel—dapat digunakan oleh anak-anak saat berkunjung, atau sebagai kamar untuk orang tua.

Kamar tidur kedua di lantai atas berukuran lebih besar, namun tetap mempertahankan nuansa lembut yang serupa. Sebagai kamar dengan kamar mandi dalam, ruang ini juga dilengkapi meja kerja dengan banyak kabinet penyimpanan. Tata ruangnya dibagi menjadi dua zona: zona untuk beristirahat dan zona fleksibel—yang memungkinkan ruang ini terus beradaptasi dengan kebutuhan di masa depan.

Terakhir, area belakang rumah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diubah menjadi ruang kering beratap kaca. Kini, ruang ini memiliki berbagai fungsi—mulai dari tempat berkebun ringan, berolahraga, hingga menjadi tempat bersantai. Area ini dirancang untuk mendukung kenyamanan di dalam ruang, sambil tetap menjaga hubungan dengan luar ruangan.

Meski dimulai dari satu sudut kecil, proyek ini berkembang menjadi sebuah respons desain terhadap kebutuhan keluarga yang terus berubah—menawarkan pembentukan ulang ruang yang menekankan fleksibilitas dan kenyamanan dari waktu ke waktu.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 200 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : 2021

Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

 

Sebuah rumah yang dirancang untuk keluarga muda, di mana cahaya, udara, dan ruang terbuka berpadu mendukung rutinitas sehari-hari dan momen-momen kebersamaan.

Ruang pertama yang akan Anda temui setelah melewati carport adalah ruang tamu, yang dirancang sebagai area penyambutan. Ruang ini mempertahankan keterhubungan yang kuat dengan area luar melalui penggunaan bata merah ekspos yang berlanjut dari luar ke dalam.

Masuk lebih dalam ke rumah, terdapat ruang keluarga yang dipenuhi cahaya alami dan dihias dengan palet warna netral yang menonjolkan kesan terbuka dan tenang. Penghuni dapat menikmati acara favorit mereka bersama sambil merasakan hembusan angin yang masuk melalui pintu geser yang terbuka.

Ruang keluarga, teras belakang, dan halaman belakang terhubung melalui pintu geser lebar, menciptakan transisi halus antara ruang dalam dan semi-luar. Tata ruang ini mendukung berbagai aktivitas keluarga—mulai dari kumpul santai hingga acara barbeku di akhir pekan. Halaman belakang menghadirkan elemen hijau sebagai area bermain anak-anak, sementara kolam pantul di ujung halaman menambah kesan tenang.

Lantai dua dapat diakses melalui tangga yang dinaungi skylight, menghadirkan cahaya alami pada area transisi vertikal ini. Di lantai atas, area privat ditata mengelilingi balkon yang dilengkapi jendela berkisi—memungkinkan ventilasi silang tanpa mengorbankan privasi.

Di bagian paling atas rumah, taman di atap menambah lapisan hijau, menjadikannya tempat yang ideal untuk menghirup udara segar dan menikmati waktu bersama di bawah langit terbuka.

Akhirnya, rumah ini dibentuk untuk mendukung kehidupan sehari-hari, di mana desain berperan serta dalam memelihara kenyamanan, cahaya, dan keterhubungan.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 180 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : Mei 2022

Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

 

Seperti yang tertulis dalam salah satu buku favorit penghuni rumah ini:

Setiap hari, setiap saat, kita terus memilih dan selalu ada alternatif. Dalam masyarakat sekarang ini, seiring dengan bertambahnya pilihan, usaha yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang baik pun ikut meningkat. Inilah salah satu alasan mengapa pilihan yang awalnya terasa seperti berkah dapat berubah menjadi beban. Belajar untuk merasa cukup adalah langkah pentingbukan hanya untuk bertahan dalam dunia yang penuh pilihan, tetapi juga untuk sekadar menikmati hidup.

Dilatarbelakangi pemikiran tersebut, pasangan muda dengan dua anak ini memutuskan untuk kembali ke hal-hal mendasar dan merayakan kesederhanaan dalam rancangan rumah mereka. Mereka memilih untuk mendengarkan ketidaksempurnaan dan ketidakkekalan yang dibawa oleh alam beserta harapan dan optimisme yang terselip di sela-selanya. Tujuannya adalah menciptakan tempat berlindung, tempat mereka bisa sejenak beristirahat dari derasnya arus pilihan yang tak pernah habis yang sepertinya menggiring mereka untuk terus meningkatkan ekspektasi. Rumah ini merupakan ruang aman bagi mereka untuk bisa terus belajar bersyukur sambil menyesuaikan kembali harapan terhadap dunia modern ini.

Dari area carport—yang berfungsi ganda sebagai tempat parkir mobil dan motor sekaligus menjadi area bermain terbuka ketika kendaraan sedang tidak berada di rumah—terlihat ruang makan yang dibingkai oleh jendela kaca. Di depan jendela itu, terdapat bangku yang mengundang siapa pun untuk duduk sejenak menikmati waktu, merasakan hangatnya cahaya pagi.

Tampak luar, fasad rumah ini terkesan tertutup. Namun, bagian dalam rumah justru dipenuhi cahaya alami berkat banyaknya bukaan yang disediakan.

Saat masuk ke dalam, pandangan akan langsung tertuju pada ruang keluarga yang luas, terbuka tanpa sekat menuju ruang makan dan dapur yang saling terhubung. Area-area yang dirancang dengan mengutamakan keterbukaan ruang ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang fleksibel dengan aliran gerak yang lega dan terhubung secara harmonis. Dilengkapi dengan pintu geser kaca, ruang keluarga menyuguhkan pemandangan taman di dalam rumah seolah menyatukan area dalam dan luar.

Taman di dalam ini menjadi bagian penting dari rumah mereka. Letaknya yang berada di tengah-tengah bangunan memungkinkan setiap ruangan terhubung melalui taman ini. Penyatuan ruang dalam dan luar ini tidak hanya memperindah tampilan rumah, tetapi juga menghadirkan suasana tenteram dan segar dalam keseharian penghuni.

Proyek ini hanya menggunakan segelintir material sebagai kanvas netral bagi para penghuninya. Perpaduan elemen alami dan warna yang selaras ini menciptakan suasana ideal yang bisa mengajak siapa pun yang hadir untuk menikmati ketenangan dan merangkul saat ini.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 50 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : 2021

Lokasi : Jawa Timur, Indonesia

 

Bukan ruang makan, bukan pula ruang keluarga—ini adalah tentang sebuah ruangan yang mempererat ikatan keluarga mereka di tingkat yang lebih dalam.

Suatu pagi di tahun 2021, sebuah keluarga datang kepada kami dengan keinginan untuk mengalihfungsikan salah satu ruangan di rumah mereka. Setelah mendengarkan cerita mereka dan berdiskusi bersama, kami sepakat untuk berkolaborasi menata ulang ruang tersebut.

Fokus utama dari proyek ini adalah menjaga sebanyak mungkin kenangan—mulai dari ubin hingga langit-langit, dari material hingga warna. Perabotan pun tak luput dari perhatian. Seluruh furnitur lama yang memiliki nilai sentimental bagi keluarga tetap dipertahankan dan ditempatkan di bagian depan ruangan, dalam bentuk dan warna aslinya. Sementara itu, sebagian besar desain baru difokuskan di area belakang dengan nuansa hijau.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap karya tukang kayu mereka yang telah tiada—dari meja marmer-kayu, lemari putih, hingga kabinet—semuanya dipertahankan seperti semula, dan hanya diperbaiki seperlunya.

Ruangan ini terbagi menjadi dua area: depan dan belakang, dipisahkan namun tetap terhubung melalui partisi pintu geser. Di sinilah keluarga ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Area belakang difungsikan sebagai kamar istirahat / ruang menonton, sementara area depan menjadi ruang kerja / ruang belajar / ruang rapat / tempat berkumpul / area membaca—dan sesekali, ruang makan.

Ruangan yang dulunya merupakan tempat anak-anak belajar ini, kini menjadi ruang kerja orang tua—dan tempat anak-anak kembali berkumpul saat pulang ke rumah.

 

 

Keywords: Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 1,000 m²

Kategori : Residential

Tanggal penunjukan : 2023

Lokasi : East Java, Indonesia

 

Rumah ini dengan tenang menjembatani kenangan dan kehidupan modern, menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa kini.

Sebuah keluarga dengan apresiasi mendalam terhadap ukiran kayu, barang antik, dan karya seni mempercayakan renovasi rumah satu lantai mereka yang terletak di Jawa Timur, Indonesia, kepada kami. Dipandu oleh nostalgia akan masa lampau, sentimen ini menjadi prinsip dasar dalam proses merancang renovasi rumah tersebut agar material dan perabot peninggalan yang esensial dari para leluhur mereka dapat dipertahankan.

Menghadap ke barat, teras memanjang dengan langit-langit kayu ini diterangi sinar matahari sore. Ruang ini tak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai area penerima tamu di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Desainnya mempertahankan elemen-elemen asli seperti kolom marmer dan motif rangka jendela.

Terdapat ruangan baru yang dirancang di antara rumah utama dan bangunan servis, yang kami sebut dengan ruang kaca. Ruangan ini merupakan jawaban atas kebutuhan penghuni akan area serbaguna yang tidak sepenuhnya publik maupun privat. Ruang multifungsi ini dapat digunakan untuk rapat kantor mendadak, diskusi, atau menerima tamu tertentu tanpa mengganggu privasi penghuni rumah utama.

Kamar tidur, sebagai ruang yang paling privat, merekam jejak waktu melalui ornamen langit-langitnya, pilihan material kayu, serta deretan objek yang ditempatkan dalam tata ruang hasil rancangan baru. Perpaduan yang disengaja antara elemen lama dan baru ini mencerminkan perjalanan waktu yang terus bergulir.

Sekali lagi, rumah ini dengan tenang menjembatani kenangan dan kehidupan modern, menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa kini.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 200 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : Februari 2022

Lokasi : Medan, Indonesia

 

Fungsi dan kepercayaan jalin menjalin menciptakan sudut dan celah yang dipenuhi makna dan tujuannya masing-masing.

Terletak di area perumahan yang terdiri dari rumah-rumah identik, kecuali rumah di lahan tikungan, terdapat beberapa aturan dan batasan yang harus dipatuhi oleh rumah hunian ini. Dibangun tepat di sebelah rumah yang berdiri di lahan tikungan itu, hunian ini mendapatkan sedikit kebebasan untuk melakukan beberapa perubahan kecil pada fasadnya dikarenakan lahannya sedikit lebih lebar dibandingkan rumah lainnya. Walaupun demikian, ia tetap mengikuti aturan perumahan untuk mempertahankan sebagian besar desain fasad asli sebisanya. Volume baru ditambahkan terutama di sisi samping dan bagian belakang untuk menciptakan keseimbangan antara yang lama dan yang baru, yang mana juga merupakan respon dari kebutuhan dan keyakinan penghuni.

Rumah yang terdiri dari tiga lantai ini memiliki dua area luar ruangan dan satu ruang multifungsi dengan pintu dua lapis yang mana bukaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Saat Anda melangkah melewati pintu depan, Anda akan disambut oleh sebuah kabinet yang membentang dari satu ujung ruang ke ujung lainnya, memberikan efek foyer yang bersih dan rapi.

Dapur terbuka yang menyambung ke ruang makan memberikan kesan luas dan terang, menyediakan ruang bagi keluarga dan teman untuk berbagi makanan dan cerita. Satu sisi ruang makan menghadap ke tangga, yang juga merupakan salah satu titik fokus rumah ini.

Terlepas dari berbagai permintaan dan persyaratan untuk perencanaan program ruangnya, hunian ini tidak sepenuhnya menempel dengan tetangga. Dengan adanya koridor di salah satu sisi samping rumah ini memungkinkan cahaya mengalir masuk dan menerangi foyer, dapur, ruang makan serta studio piano.

Penyesuaian dengan penuh pertimbangan yang masih di dalam batasan-batasan yang diberikan ini merupakan respon akan cara hidup keluarga yang akan bertumbuh dan berkembang dalam hunian ini.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya

Area : 44 m²

Kategori : Hunian

Tanggal penunjukan : Januari 2024

Lokasi : Jakarta, Indonesia

 

Berlokasi di Jakarta, rumah ini memiliki keistimewaan yang jarang ditemukan—pemandangan sungai yang tenang tepat di halaman belakangnya. Untuk memaksimalkan keunggulan ini, kami berkolaborasi dengan pemilik rumah untuk mengubah bagian belakang menjadi ruang aktivitas serbaguna bagi seluruh keluarga.

Langsung terhubung dengan halaman yang menghadap ke sungai, ruang aktivitas ini dirancang dengan bukaan lebar agar cahaya alami dapat masuk leluasa. Ruangan ini menjadi tempat multifungsi di mana seluruh anggota keluarga bisa menikmati pemandangan. Sebuah kipas langit-langit dipasang untuk membantu menjaga sirkulasi udara tetap sejuk dan nyaman, bahkan tanpa pendingin ruangan.

Untuk menyelaraskan dengan hijaunya suasana luar, interior ruang ini mengusung palet warna dan material yang netral dan minimalis—menciptakan atmosfer tenang di dalam rumah. Di sinilah orang tua bisa bekerja dari rumah atau bersantai setelah hari yang panjang, sementara anak-anak bermain, belajar, atau berlatih piano, ditemani suara samar-samar aliran sungai.

Dengan membingkai pemandangan dan menghadirkan fleksibilitas dalam penggunaan, ruang ini menjadi respons desain yang nyata—menyatu dengan ritme keseharian penghuninya.

 

 

Keywords: Architecture, Interior Design, Architect Indonesia, Architect Surabaya, Arsitek Indonesia, Arsitek Surabaya